LEBARAN YANG DINANTIKAN
Assalamu alaikum wr. wb
Lebaran tahun ini terasa sangat bahagia, lebaran ini sangat unik berbagai corak yang ada di hamparan jalan dan di rumah-rumah yang berhiasan sangat unik. Pada malam takbiran suara yang bertaburan dengan takbiran di mana-mana dan suara meriam yang tidak lepas selama setahun sekali yang di adakan di tepian sungai kapuas. Suara meriam yang mengagetkan semua orang yang lagi santainya.
Lebaran tahun ini terasa sangat bahagia, lebaran ini sangat unik berbagai corak yang ada di hamparan jalan dan di rumah-rumah yang berhiasan sangat unik. Pada malam takbiran suara yang bertaburan dengan takbiran di mana-mana dan suara meriam yang tidak lepas selama setahun sekali yang di adakan di tepian sungai kapuas. Suara meriam yang mengagetkan semua orang yang lagi santainya.
Pada malam takbiran saya pergi untuk menonton meriam yang berada di tanjung raya 1 dan di tepian taman alun-alun kapuas. Di situ banyak meriam yang beraneka ragam dan warna yang unik semacam warna pelangi, suara meriam yang saling berperang di sebelah tanjung raya melawan meriam yang berada di sebelah sungai kapuas. Saya dan teman saya hanya berjalan-jalan, hanya jalan-jalan bukannya nonton meriam, saya pun tidak terlalu suka yang sangat keras tapi karena ada setahun sekali saya ikut meramaikan juga di tepian sungai kapuas.
Pada pagi harinya saya siap-siap untuk sholat idhul fitri yang dilaksanakan di masjid miftahul jannah yang tidak jauh dari rumah saya, dan khutbahnya itu sangat memberi masukan kepada saya terutama bagi saya sendiri. Setelah selesai sholat saya langsung menghapiri kedua orang tua saya dan langsung minta maaf, karena saya banyak salah kedua orang tua saya, apalagi saya yang mengecewakan kedua orang tua saya.
Setelah selesai minta maaf, saya dan sekeluarga di rumah, kami ziarah ke kuburan adik saya di paris II, setelah sampai di kuburan adik, kami langsung membacakan yasin dan mendo’akan adik saya semoga tenang di alam kubur, setelah ziarah kami silatuhrahmi, sesampai di rumah keluarga ternyata tidak ada di rumahnya, karena tidak ada orangnya kami langsung pulang ke rumah, sesampai di rumah kami istirahat sebentar, setelah cukup lama istirahat kami pun langsung siap-siap untuk berangkat ke rumah nenek yang tinggal di kampung.
Di rumah nenek saya langsung menghadap nenek yang lagi duduk santai di rumahnya, saya langsung minta maaf ke nenek dan kakek, setelah minta maaf saya langsung duduk dekat orang tua saya dan sambil makan kue lebaran yang di suruh makan oleh nenek, setelah sudah menghilangkan lelah. Setelah di rumah nenek sekeluarga silatuh rahmi ke keluarga yang ada di di parit semarang sampai jam 10 malam. Setelah itu orang tua saya nginap di rumah nenek dari sebelah ayah dan saya nginap di rumah bibi dari sebelah mamak.