Nadiya, adalah
seorang mahasiswi di IAIN Pontianak, dia kuliah sambil kerja di jalan panglima
ai’m sebagai menjual burger. Nadiya bercirikan tinggi kurus, dan kalau
berbicara kurang jelas, dan orangnya menakutkan kalau lagi marah.Nadiya lahir
pada tanggal 18 juli 2000 di selakau, kabupaten sambas, kalimantan barat.
Nadiya menempuh pendidikan formalnya dari SD Negeri 22, sungai
nyirih ( tamat 2012), dan melanjutkan ketingkat SMP Negeri 1 Selakau ( tamat
2015), lalu menruskan SMA Negeri 01 selakau ( tamat 2018). Kemudian dia
melanjutkan kejenjang lebih tinggi yaitu masuk perguruan tinggi di IAIN
Pontianak, prodi hukum ekonomi syariah, fakultas syariah. Sampai sekarng dia
kuliah di IAIN Pontianak.
Pada masa SD, dia sudah melakukan
jualan di sekolahnya dan berjualan berkeliling kampung, semenjak itu nadiya
mulai mengetahui begitu susahnya untuk mencari riski yang halal, di dalam
berjualan dia tidak pernah merasakan malu terhadap teman-temanya, walaupun dia
pernah di ejek oleh temannya, akan tetapi dia lawan dengan teguran yang lembut,
tidak pernah beliau membalasnya dengan ejekan juga, semasa SD dia sering
ditinggalkan orang tuanya keladang, biasanya tinggalkan orang tuanya sampai 2
hari, semenjak ditinggalkan orang tua dia sering tinggal dirumah neneknya dan
biasanya tinggal sendirian di rumahnya, semenjak itu dia langsung giat belajar
dan berjualan nye pun semakin semangat.
Pada masa SMP, dia masih melanjutkan
jualannya keliling kampunng dan menitipkan di toko-toko. Dia berjualan gorengan
dan berjualan ikan yang hasil tangkapan ayah nya dilaut, sejak SMP dia banyak
yang dikerjakannya seperti merawat adik-adiknya, di bangku SMP dia pernah
mendapatkan prestasi lomba voli mendapatkan juara 2 di kecamatan selakau,
setelah tamat SMP dia sendiri yang membayar uang perpisahannya dan daftar di
SMA Negeri 01.
Pada masa SMA, dia ganti posisi yang
biasanya jualan gorengan menjadi jualan hijab dan kerupuk makroni, yang
dititipkan ditoko-toko yang dekat di sekolahannya, semenjak SMA dia mempunyai
tabungan sendiri yang hasil keringatnya sendiri tanpa meminta uang kepada
orangtuanya, dan dia mengikuti organisasi pramuka, dari mengikuti organisasi
dia banyak dapat pengalaman seperti dapat tambahan baru seperti mengajari anak
SD pramuka yang gajinya lumayan untuk tambahan masuk perguruan tinggi.
Waktu daftar perguruan tinggi, dia daftar
melalui span-ptkin dengan memilih prodi pendidikan agama islam dan pendidikan
guru madrasah ibtidaiyah di IAIN Pontianak dan di IAIN Bukit tinggi (sumatera
barat), dan jalur span-ptkin dia tidak lulus dan dia daftar lagi jalur
UM-ptkin, dengan memilih prodi yang sama dengan span-ptkin, dan menambah satu
prodi yaitu pendidikan bahasa arab di fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan. Dia
tes nya di gedung zuhri lantai 4, dan hasil tes nya tidak memuaskan hati karna
tes tersebut dia tidak lulus lagi, tapi dia tidak pernah menyerah walaupun
sudah berapa kali tidak lulus di jalur span-ptkin dan um-ptkin, dia masih
daftar lagi di jalur Mandiri dengan memilih prodi hukum ekonomi syariah dan
kukum keluarga islam, dia tes di gedung zuhri lantai 2, dan hasil tes tersebut
dia lulus diprodi hukum ekonomi syariah. Dan dia merasakan bahagia walaupun
prodi nya itu bukan yang diminati sebenarnya karna dia pinginnya lulus di
pendidikan agama islam atau pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, tapi dia
bersyukur walaupun bukan prodi yang diminatinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar