Jumat, 26 April 2019

Artikel Generasi milenial


KEHIDUPAN GENERASI MILENIAL SOSIAL
Oleh    :M. faruq

Tidak jarang kita mendengar kata milenial pada masa sekarang. Apakah generasi milenial itu sebuah generasi tumbuh masa sekarang atau sebaliknya?. Apakah generasi milenial itu lebih bagus dari generasi x?, dan apakah generasi milenial peduli terhadap kependudukan sekitarnya?.
Generasi milenial ialah yang lahir pada tahun 1995 keatas atau dalam usia 17 tahun samapai 35 tahun, menurut  saudarai nadiya yang dimana generasi ini sangat berkembangnya teknologi dan generasi ini sangat bergantung dengan teknologi, generasi anak-anak muda yang menuju kebangkitan bangsa dengan kemajuan teknologi. Sedangkan generasi x ialah generasi yang usia 36 tahun keatas dan generasi x yaitu zamannya masih belum semuanya mengetahui apa itu dunia elektronik dan bisa juga dikatakan golongan tua. Kita pasti mengetahui apa perbedaan generasi milenial dengan generasi x, yaitu dengan perubahan sikapnya dari generasi milenial seperti dari menghargai atau kepeduliannya dengan kependudukan, sedangkan generasi x masih memperdulikan kependudukan yang ada di sekitarnya.
Pada zaman sekarang sedikitnya generasi milenial yang peduli kependudukan masyarakat,  dan sebagian yang lain masih mengedepan egonya sendiri, tetapi kebanyakan generasi milenial sekarang masih ada yang peduli kependudukan seperti di daerah pedesaan, tidak jarang generasi milenial sekarang meranggapan bahwa sekarang zaman now, zaman yang banyak perubahan dari zaman dulu seperti hilangnya  gotong royong.
Generasi milenial pedesaan masih peduli dengan kependudukan yang masih terikat kepentingan kebersamaan, dan melakukan sesuatu yang berkaitan kependudukan seperti gotong royong, dan kepdulian terhadap masyarakat sekitarnya. Generasi milenial dipedesaan tidak terlalu hipnotis dengan dunia elektronik, dia masih meranggapan bahwa dunia elektronik banyak keburukan dari kebaikannya, kebaikan dari dunia elektronik itu dapat menjangkau apa yang kita tidak ketahui saja, sedangkan dari keburukannya sungguh banyak seperti hilangnya kepedulian terhadap penduduk. Dan menurut pandangan saya terhadap generasi milenial pedesaan dan perkotaan seperti dibawah ini.
Generasi milenial perkotaan jarang sekali yang peduli terhadap kependudukan di sekitarnya, walapun ada yang peduli tetapi itu sedikit tidak seperti anak milenial dipedesaan, anak melinial perkotaan terhipnotis dengan adanya dunia elektronik, yang mengakibatkan hilangnya kepdulian terhadap penduduk yang lain, anak melenail diperkotaan susah mencari yang masih peduli kependudukannya sendiri.
Generasi milenial seharusnya mempunyai kepedulian terhadap masyarakat sekitarnya jangan hanya terpojok dengan sesuatu barang yang mengakibatkan hilangnya rasa kepedulian terhadap kependudukan, jadi mulailah menumbuhkan kebiasaan dalaam mengaktivasi kepdulian terhadap masyarkat sekitar, seperti membuat sesuatu yang dapat menumbuhkan potensi anak milenial ini yang mempunyai jiwa kepedulian sesama masyarakat, di zaman sekarang sangatlah kurang kepedulian terhadap kependudukan.
Di masa sekarang tumbuhkan jiwa kepedulian sesama masyarakat, walaupun dari upaya  kesadaran terhadap kependudukan dengan sedikit demi sedikit, itu sangat membuahkan hasil yang bagus untuk generasi milenial, dalam upaya untuk membuahkan generasi milenial yang peduli kependudukan, ialah memberi pelajara positif kepada generasi milenial, supaya membuahkan genersi milenial yang berguna bagi penduduk, yaitu denagn adanya kebangkitan dari diri sendiri dan dibantu oleh generasi x, mengapa hal-hal seperti itu disebutkan di atas, tentu untuk generasi milenial yang peduli kependudukan. Beberapa di antaranya, pertama tingkat kepedulian kita dan masyarakat kita terhadap kependudukan yang memang rendah.
Mengingat tingkat kepedulian dan rendahnya tingkat pemahaman kependudukan, maka mengupayakan generasi milenial untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang apa yang diperbuat untuk dapat membantu kependudukan tersebut, harus ditempuh dengan membangun kemampuan dan pengetahuan tentang kependudukan.
Generasi milenial dapat membangun kepeduliannya terhadap kependudukan dengan menumbuhkan minat membaca, yang berdampak kepasitas, mengindentifikasi, menganilisis dan lebih tinggi lagi secara aktif kreatif, inovative, dan lebih produktif dalam memecahkan persoalan-persoalan yang timbul ditengah masyarakat. Generasi milenial yang peduli terhadap kependudukan pasti akan membuat sesuatu yang dapat memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat sekitarnya, jadi generasi milenial zaman sekarang harus mempunyai kepedulian terhadap penduduk maupun disekitarnya atau yang jauh, untuk menjadi generasi milenial yang peduli kependudukan harus mempunyai kesadaran dari diri sendiri dan melakukan aktivas yang dapat membantau kepada masyarakat.

Sabtu, 06 April 2019

BIOGRAFI NADIYA


Nadiya, adalah seorang mahasiswi di IAIN Pontianak, dia kuliah sambil kerja di jalan panglima ai’m sebagai menjual burger. Nadiya bercirikan tinggi kurus, dan kalau berbicara kurang jelas, dan orangnya menakutkan kalau lagi marah.Nadiya lahir pada tanggal 18 juli 2000 di selakau, kabupaten sambas, kalimantan barat.
Nadiya menempuh pendidikan formalnya dari SD Negeri 22, sungai nyirih ( tamat 2012), dan melanjutkan ketingkat SMP Negeri 1 Selakau ( tamat 2015), lalu menruskan SMA Negeri 01 selakau ( tamat 2018). Kemudian dia melanjutkan kejenjang lebih tinggi yaitu masuk perguruan tinggi di IAIN Pontianak, prodi hukum ekonomi syariah, fakultas syariah. Sampai sekarng dia kuliah di IAIN Pontianak.
            Pada masa SD, dia sudah melakukan jualan di sekolahnya dan berjualan berkeliling kampung, semenjak itu nadiya mulai mengetahui begitu susahnya untuk mencari riski yang halal, di dalam berjualan dia tidak pernah merasakan malu terhadap teman-temanya, walaupun dia pernah di ejek oleh temannya, akan tetapi dia lawan dengan teguran yang lembut, tidak pernah beliau membalasnya dengan ejekan juga, semasa SD dia sering ditinggalkan orang tuanya keladang, biasanya tinggalkan orang tuanya sampai 2 hari, semenjak ditinggalkan orang tua dia sering tinggal dirumah neneknya dan biasanya tinggal sendirian di rumahnya, semenjak itu dia langsung giat belajar dan berjualan nye pun semakin semangat.
            Pada masa SMP, dia masih melanjutkan jualannya keliling kampunng dan menitipkan di toko-toko. Dia berjualan gorengan dan berjualan ikan yang hasil tangkapan ayah nya dilaut, sejak SMP dia banyak yang dikerjakannya seperti merawat adik-adiknya, di bangku SMP dia pernah mendapatkan prestasi lomba voli mendapatkan juara 2 di kecamatan selakau, setelah tamat SMP dia sendiri yang membayar uang perpisahannya dan daftar di SMA Negeri 01.
            Pada masa SMA, dia ganti posisi yang biasanya jualan gorengan menjadi jualan hijab dan kerupuk makroni, yang dititipkan ditoko-toko yang dekat di sekolahannya, semenjak SMA dia mempunyai tabungan sendiri yang hasil keringatnya sendiri tanpa meminta uang kepada orangtuanya, dan dia mengikuti organisasi pramuka, dari mengikuti organisasi dia banyak dapat pengalaman seperti dapat tambahan baru seperti mengajari anak SD pramuka yang gajinya lumayan untuk tambahan masuk perguruan tinggi.
             Waktu daftar perguruan tinggi, dia daftar melalui span-ptkin dengan memilih prodi pendidikan agama islam dan pendidikan guru madrasah ibtidaiyah di IAIN Pontianak dan di IAIN Bukit tinggi (sumatera barat), dan jalur span-ptkin dia tidak lulus dan dia daftar lagi jalur UM-ptkin, dengan memilih prodi yang sama dengan span-ptkin, dan menambah satu prodi yaitu pendidikan bahasa arab di fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan. Dia tes nya di gedung zuhri lantai 4, dan hasil tes nya tidak memuaskan hati karna tes tersebut dia tidak lulus lagi, tapi dia tidak pernah menyerah walaupun sudah berapa kali tidak lulus di jalur span-ptkin dan um-ptkin, dia masih daftar lagi di jalur Mandiri dengan memilih prodi hukum ekonomi syariah dan kukum keluarga islam, dia tes di gedung zuhri lantai 2, dan hasil tes tersebut dia lulus diprodi hukum ekonomi syariah. Dan dia merasakan bahagia walaupun prodi nya itu bukan yang diminati sebenarnya karna dia pinginnya lulus di pendidikan agama islam atau pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, tapi dia bersyukur walaupun bukan prodi yang diminatinya.

Hari raya idhul fitri yang menyenangkan

LEBARAN YANG DINANTIKAN Assalamu alaikum wr. wb Lebaran tahun ini terasa sangat bahagia, lebaran ini sangat unik berbagai corak yang ada...