KEHIDUPAN GENERASI MILENIAL SOSIAL
Oleh :M. faruq
Tidak jarang kita mendengar kata milenial pada masa sekarang. Apakah
generasi milenial itu sebuah generasi tumbuh masa sekarang atau sebaliknya?. Apakah
generasi milenial itu lebih bagus dari generasi x?, dan apakah generasi
milenial peduli terhadap kependudukan sekitarnya?.
Generasi milenial ialah yang lahir pada tahun 1995 keatas atau
dalam usia 17 tahun samapai 35 tahun, menurut saudarai nadiya yang dimana generasi ini
sangat berkembangnya teknologi dan generasi ini sangat bergantung dengan
teknologi, generasi anak-anak muda yang menuju kebangkitan bangsa dengan
kemajuan teknologi. Sedangkan generasi x ialah generasi yang usia 36 tahun
keatas dan generasi x yaitu zamannya masih belum semuanya mengetahui apa itu
dunia elektronik dan bisa juga dikatakan golongan tua. Kita pasti mengetahui
apa perbedaan generasi milenial dengan generasi x, yaitu dengan perubahan
sikapnya dari generasi milenial seperti dari menghargai atau kepeduliannya
dengan kependudukan, sedangkan generasi x masih memperdulikan kependudukan yang
ada di sekitarnya.
Pada zaman sekarang sedikitnya generasi milenial yang peduli
kependudukan masyarakat, dan sebagian
yang lain masih mengedepan egonya sendiri, tetapi kebanyakan generasi milenial
sekarang masih ada yang peduli kependudukan seperti di daerah pedesaan, tidak
jarang generasi milenial sekarang meranggapan bahwa sekarang zaman now, zaman
yang banyak perubahan dari zaman dulu seperti hilangnya gotong royong.
Generasi milenial pedesaan masih peduli dengan kependudukan yang
masih terikat kepentingan kebersamaan, dan melakukan sesuatu yang berkaitan
kependudukan seperti gotong royong, dan kepdulian terhadap masyarakat
sekitarnya. Generasi milenial dipedesaan tidak terlalu hipnotis dengan dunia
elektronik, dia masih meranggapan bahwa dunia elektronik banyak keburukan dari
kebaikannya, kebaikan dari dunia elektronik itu dapat menjangkau apa yang kita
tidak ketahui saja, sedangkan dari keburukannya sungguh banyak seperti hilangnya
kepedulian terhadap penduduk. Dan menurut pandangan saya terhadap generasi
milenial pedesaan dan perkotaan seperti dibawah ini.
Generasi milenial perkotaan jarang sekali yang peduli terhadap
kependudukan di sekitarnya, walapun ada yang peduli tetapi itu sedikit tidak
seperti anak milenial dipedesaan, anak melinial perkotaan terhipnotis dengan
adanya dunia elektronik, yang mengakibatkan hilangnya kepdulian terhadap
penduduk yang lain, anak melenail diperkotaan susah mencari yang masih peduli
kependudukannya sendiri.
Generasi milenial seharusnya mempunyai kepedulian terhadap
masyarakat sekitarnya jangan hanya terpojok dengan sesuatu barang yang
mengakibatkan hilangnya rasa kepedulian terhadap kependudukan, jadi mulailah
menumbuhkan kebiasaan dalaam mengaktivasi kepdulian terhadap masyarkat sekitar,
seperti membuat sesuatu yang dapat menumbuhkan potensi anak milenial ini yang
mempunyai jiwa kepedulian sesama masyarakat, di zaman sekarang sangatlah kurang
kepedulian terhadap kependudukan.
Di masa sekarang tumbuhkan jiwa kepedulian sesama masyarakat,
walaupun dari upaya kesadaran terhadap
kependudukan dengan sedikit demi sedikit, itu sangat membuahkan hasil yang
bagus untuk generasi milenial, dalam upaya untuk membuahkan generasi milenial
yang peduli kependudukan, ialah memberi pelajara positif kepada generasi
milenial, supaya membuahkan genersi milenial yang berguna bagi penduduk, yaitu
denagn adanya kebangkitan dari diri sendiri dan dibantu oleh generasi x,
mengapa hal-hal seperti itu disebutkan di atas, tentu untuk generasi milenial
yang peduli kependudukan. Beberapa di antaranya, pertama tingkat kepedulian
kita dan masyarakat kita terhadap kependudukan yang memang rendah.
Mengingat tingkat kepedulian dan rendahnya tingkat pemahaman
kependudukan, maka mengupayakan generasi milenial untuk meningkatkan
pengetahuan dan pemahaman tentang apa yang diperbuat untuk dapat membantu
kependudukan tersebut, harus ditempuh dengan membangun kemampuan dan
pengetahuan tentang kependudukan.
Generasi milenial dapat membangun kepeduliannya terhadap
kependudukan dengan menumbuhkan minat membaca, yang berdampak kepasitas,
mengindentifikasi, menganilisis dan lebih tinggi lagi secara aktif kreatif, inovative,
dan lebih produktif dalam memecahkan persoalan-persoalan yang timbul ditengah
masyarakat. Generasi milenial yang peduli terhadap kependudukan pasti akan
membuat sesuatu yang dapat memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat
sekitarnya, jadi generasi milenial zaman sekarang harus mempunyai kepedulian
terhadap penduduk maupun disekitarnya atau yang jauh, untuk menjadi generasi
milenial yang peduli kependudukan harus mempunyai kesadaran dari diri sendiri
dan melakukan aktivas yang dapat membantau kepada masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar